Title : You Again
Part : 1/4
Genre : School, Comedy, Romance
Author : A.K
Cast :
 |
Lee Kiseop |
 |
Choi Jin Ri (Sulli) |
 |
Do Ji Han |
Part 1
-Choi
Jin Ri POV-
Aku berlari ke
lantai 4 karena lift penuh. Aku menaiki tangga demi tangga. “Ya ampun Appa, kau
benar-benar ingin menyiksaku.”, omelku. Lantai 3 mulai terlihat, “Satu lantai
lagi.”, ucapku bersemangat.
“Agasshi..”,
seorang namja memanggilku. “Ish..”, aku tetap berlari dan tidak
mempedulikannya. “Ya.. agasshi..”, dia berteriak dan menarik tanganku. “Ya!!
Mengapa kau ini? Apakau ingin berkenalan denganku?”, tanyaku kesal. Dia menatapku
bingung. “Kenapa? Kau membuang waktuku tahu.”, jawabku jengkel.
Dia tersenyum
manis. “Baiklah. Aku adalah…”, belum sempat ku selesaikan kalimatku, dia
menarik tanganku. “Kau..”, ucapku terbata. “Ini.”, dia memberikan dompetku.
“Tadi terjatuh saat kau lari.”, ucapnya
Aku membuka
mulutku untuk berbicara, tetapi dengan segera dia menutupnya dengan tangannya.
“Lain kali saja bilang terima kasihnya. Aku juga tidak mau membuang-buang
waktu.”, ucapnya manis dan meninggalkanku. Aish, betapa malunya aku.
-Lee
Kiseop POV-
Kuperhatikan
tanganku setelah memegang tangan yeoja itu. Lucu juga pikirku. “Aigo, mengapa
kau tersenyum?”, seorang namja muncul dibelakangku. “Bukan urusanmu. Ayo kita
harus segera bersiap.”, ucapku.
-Choi
Jin Ri POV-
Kurapihkan
penampilanku. Kuketuk pintu kantor Appaku dan langsung masuk. “Annyeong..”, aku
menyapa beberapa staffnya.
Aku sudah berada
di luar ruangan Appaku dan langsung masuk tanpa mengetuk. Kusilangkan kedua
tanganku dan menatap keluar jendela kantornya. “Ya Appa, apakau ingin
menyiksaku? Tidakkah kau tahu seberapa capenya lari ke lantai 4?”, omelku.
“Sssttt…”, appa menyuruhku untuk diam. “Appa..”, ucapku makin kesal. “Kalau
begitu, maafkanlah Appa-mu.”, seseorang memberikan saran.
“Iya, ya.”,
ucapku jengkel. Tapi, sepertinya itu bukan suara Appa-ku. Kuputar badanku
menghadapnya dan kudapati Appa sedang duduk bersama bos-nya. “Glekk…”, suaraku
tersendat di tenggorokanku. Aku hanya menggaruk kepalaku dan melangkah mundur
keluar ruangannya. Beberapa staff-nya menertawakanku, “Apa yang kalian
tertawakan?”, ucapku jengkel.
-Do
Ji Han POV-
Aku berjalan
bersama Kiseop menuju ruang pertemuan. Aku dan Kiseop adalah kru dari Plern
Organizer, sebuah tim Event Organizer yang cukup terkenal karena umur
anggotanya yang terbilang muda. Walaupun begitu, kami bekerja secara
professional.
Kurapihkan
beberapa meja tamu. Sedangkan Kiseop sibuk dengan kameranya. Kutepuk bahunya,
“Kau harus bekerja juga.”. “Arraso.”, dia meletakkan kameranya dan mulai
membantu.
Kulihat ada meja
yang belum tertutup kain. “Kiseop, bisakah kau mengambil kain merah maroon di
truk? Kita kekurangan satu.”, tanyaku. Dia mengangguk dan pergi menuju
parkiran.
-Lee
Kiseop POV-
Kubuka semua
kotak dalam truk. “Dimana dia menaruhnya?”, tanyaku bingung. Bagasi mobil truk
ini terlalu besar. Akupun naik ke dalam bagasi truk ini. “Ttinn..”, sebuah
mobil mengklakson pintu bagasi yang terbuka. “Mianhe.”, ucapku dan menutupnya
dari dalam. Kunyalakan senterku dan mulai mencari lagi.
-Choi
Jin Ri POV-
Kutinggalkan
berkas ayahku di mejanya. Akupun mulai menjelajahi gedung ini. Aku pergi menuju
lantai 1, disini pusat kegiatan olahraga. “Ya ampun, orang-orang di gym ini
keren-keren.”, aku berdecak kagum.
“Hey kau
bocah.”, seseorang menepuk bahuku. “Siapa maksudmu?”, tanyaku kesal. “Tentu
saja kau.”, ucap penjaga keamanan itu. “Apa kau tersesat bocah?”, tanyanya. “Ya
ahjussi, aku bukan anak kecil.”, tukasku. “Aku juga akan pergi meninggalkan
tempat ini. Membosankan. Ish..”, aku pergi meninggalkannya.
“Ada apa dengan
semua orang hari ini?”, tayaku seorang diri. “Semuanya sama-sama membuatku
kesal.”, ucapku jengkel.
_Click_ Sms dari
appa-ku. Beliau menyuruhku pergi mengambil mobilnya, padahal aku saja belum
memiliki SIM. Aku benar-benar diperlakukan seenaknya.
Kutunggu Appa-ku
didalam mobil. “Lamanya.”, keluhku sambil memakai kacamata dan bergaya didepan
kaca spion. “DDukk..”, seseorang menggores bagian depan mobilku. “Ya!!”, aku
berteriak dan turun dari mobil.
-Lee
Kiseop POV-
“Chajatda.”,
ucapku. Kugigiti tali senterku dan mengikatkan kain itu dipinggangku. Kubuka
pintu bagasi, tapi tak bisa. Aku mudur dan berlari mendorongnya. “DDukk..”, tak
kusangka, pintunya mengenai mobil di belakangku. Aku pun melompat turun.
“Ya!!”, seorang
yeoja berteriak dari dalam mobil. Dia keluar dari mobilnya dan berjalan
mendekatiku. “Apa kau tidak punya mata? Aish..”, ucapnya sambil memperhatikan
mobilnya. “Ah, mianhe. Tapi itu salahmu. Seharusnya kau memperhatikan jarak
parkirnya.”, belaku.
Yeoja itu
membuka kacamatanya dan melihat kearahku. “Kau??”, ucapnya kaget. Aku hanya
mengangkat alisku. Dia memperhatikan penampilanku dari atas hingga bawah.
“Ckckck.. ternyata hanya seorang pelayan.”, ejeknya. “Tapi, aku tak peduli. Kau
harus tetap menggantinya.”, ucapku.
Aku tutup bagasi
truk dan berjalan meninggalkannya. “Ya!! Kembali kau.”, teriaknya. Kulihat jam
telah menunjukkan pukul 9.50am, aku harus segera menyerahkan kain ini sebelum
jam 10.00am. “Mian, aku sedang terburu-buru.”, kuberlari meninggalkannya.
-Do
Ji Han POV-
Aku jalan
mondar-mandir menunggunya. “Aish, seharusnya aku mengambil kain itu seorang
diri.”, sesalku. “Pplukk..”, sebuah kain mendarat di kepalaku. “Cepat pasang,
maaf sedikit lama.”, ucap Kiseop. Aku menatapnya kesal dan mulai menata meja.
“Akhirnya…”,
ucapku lega. Meja-meja sudah tertata rapih, bouqet bunga juga sudah pada
tempatnya. Garden party bertema merah maroon ini siap dimulai. “Kerja bagus.”,
ucap Kiseop merangkulku.
-Choi
Jin Ri POV-
Aku berlari
mengejarnya. Aish, namja itu berlari sangat cepat. Kuputar mataku mencarinya.
Kulihat dia sedang duduk santai bersama temannya. Kutarik badannya, “Ya!! Kau
harus bertanggung jawab.”, teriakku kesal. “Jangan melarikan diri.”, tambahku.
“Ah.. ne, ne.
Ini.”, dia memberiku sebuah cek 1.000.000 won. “Cukup kan? Lagipula mobil itu
terlihat sudah cukup tua.”, ucapnya manis. Kuambil cek itu dengan segera.
“Bukan urusanmu.”, ucapku kasar dan kembali keparkiran.
-Lee
Kiseop POV-
“Siapa yeoja
itu?”, tanya Ji Han. “Entahlah. Hanya sebuah kecelakaan kecil.”, jawabku.
“Bukankah kau harus pulang sekarang?”, tanyanya. “Oh iya, aku lupa. Aish.. Aku
pergi duluan.”, jawabku dan pergi. Aku harus menyelesaikan sketsa rumah yang
dipesan kemarin.
Seorang ahjussi
memperhatikanku dari jauh. “Bukankah kau pemuda yang kemarin menolongku?”,
tanyanya. “Ah ne.. annyeong Sung Pil Ahjussi.”, sapaku. “Kau terlihat
terburu-buru. Kau ingin pergi kemana?”, tanyanya. “Ah, aku harus kembali ke
Plern Gallery.”, jawabku. “Ah, kebetulan itu dekat dengan restaurant yang aku
tuju. Ayo pergi bersama saja.”, ajaknya. “Aniyo. Itu akan merepotkan.”,
tolakku. “Ani. Kajja.. Kajja..”, rangkulnya.
-Choi
Jin Ri POV-
Kuperhatikan
goresan mobil tua ini. Ternyata tidak terlihat. Selamatlah aku. Kudengar
langkah sepatu. Pasti itu Appaku, aku mengenali suaranya yang sedang
berincang-bincang.
“Sulli-ah,
kenapa kau tidak masuk ke mobil?”, tanya Appaku yang baru muncul. “Ne.”, ucapku
malas. Aku masuk ke mobil dan duduk di kursi pengemudi. Appa masuk ke dalam
mobil bersama temannya. “Kenalkan dia itu Choi Jin Ri. Kau bisa memanggilnya
Sulli.”, ucap appaku.
"Salam kenal, Lee Kiseop imnida.", ucapnya menjulurkan tangan. "Ne.", kataku menjabat tangannya. Kiseop menatapku. "Ah... Jadi yeoja ini supir Ahjussi?", tanyanya sambil menepuk-nepuk bahuku.
To Be Continued..
Leave Comment >.<