Sabtu, 28 Juli 2012

Absolute Boyfriend



Absolute Boyfriend (絕對達令 / Jue Dui Darling) is one of Taiwan drama, that adapted from manga "Zettai Kareshi" author by Yuu Watase. For you that like to read manga, maybe that name is familiar.

Plot:

Absolute Boyfriend tells about a girl named Xiao Fei who dream have a perfect boyfriend. One day, she meets a strange man who offers a product of Kronos. Xiao Fei also try the product during the trial. Kronos product is a robot that has been set to be a perfect boyfriend, Wan Ni Te. Xiao Fei herself, was not allowed to say that the Ni Te is a robot.
Zong Shi, childhood friend of Xiao Fei was surprised by the presence, Ni Te. He always take care Xiao Fei, and now his position replaced by Wan Ni Te. Zong Shi realize that he liked Xiao Fei.
Will Xiao Fei has a perfect boyfriend? Is that  Wan Te Ni or Yan Zong Shi? Let's watch .. ^^


Main Cast:
Ku Hye Sun a.k.a Guan Xiao Fei

Name: 구혜선 / Koo Hye Sun (Gu Hye Seon)
Chinese name: 具惠善 / Ju Hui Shan
Profession: Actress, singer and author
Birthdate: 1984-Nov-09
Birthplace: Incheon, South Korea
Height: 163cm
Weight: 42kg
Star sign: Scorpio
Blood type: A
Talent agency: YG Entertainment


Jiro Wang a.k.a Wan Ni Te
Name: 汪東城 / Wang Dong Cheng
English name: Jiro Wang
Also known as: 大東 / Da Dong
Profession: Actor, Singer, and model
Birthdate: 1981-Aug-24
Birthplace: Taiwan
Height: 180cm
Weight: 67kg
Star sign: Virgo
Blood type: O
Talent agency: Comic International Productions Co., Ltd.
Boyband: Fahrenheit

Xie Kun Da a.k.a Yan Zong Shi
Name: 謝坤達 (谢坤达) / Xie Kun Da
English name: Penny
Profession: Singer, songwriter, and actor
Birthdate: 1982-Mar-18
Birthplace: Taiwan
Height: 177cm
Weight: 63kg
Star sign: Pisces
Chinese zodiac: Dog
Blood type: O
Music group: ENERGY

Sabtu, 07 Juli 2012

Random

Admin lgi bosen gila. ga ada kerjaan :DD
so, abaikan aja admin (emg ga ad yg prnah pduli -__-")


Senin, 30 April 2012

Mirip..


Entah nih mata admin yang salah atau mereka emang mirip?
Baru-baru ini, admin update berita tentang EXO ^^ (curhat). Ternyata eh ternyata admin menyadari kalau beberapa wajah mereka familiar. Admin langsung terjun aja ke TKP untuk cek dan ricek (lebay amat).
Check this out ya ^^

Disebelah kiri itu, yang pake baju garis-garis tuh (semuanya juga pake baju garis kali ==”) maksudnya yang pake dasi kupu-kupu tepatnya disebelah kiri layar monitor, dia itu AJ-nya U-Kiss. Dan disebelah kanan yang lagi pose tiduran tuh, Chen-nya EXO. Emang sih admin puter tuh gambar si Chen, biar lebih enak aja (perasaan gimanapun posisinya si Chen emang enak diliat XDD) Tapi bagaimanapun, menurut admin mereka mirip (maksa).
Ada satu lagi nih
Xiu Min-nya EXO sama Jo Jung Suk. Jo Jung Suk itu yang main di drama What’s Up dan King 2 Hearts. Coba cek deh.


Dah liat kan tuh gambar diatas. Sebelah kiri itu Xiu Min, kalo yang disebelah kanan tuh Jo Jung Suk.
Menurut admin, mata mereka dan bentuk mukanya mirip banget. Bedanya Xiu Min versi mudanya dan Jo Jung Suk versi *teet* (admin ga sanggup mengungkapkannya XDD).
Ini menurut pendapat admin lho. Kalo ada yang keberatan maap-maap aja (lebaran kali…) ^^
Oh iya ada yang bilang juga D.O-nya EXO mirip sama morgan sm*sh. Admin belum cek tuh yang satu itu. Hehe.. Mian.
Gamsahamnida yang udah mau baca J

Rabu, 04 April 2012

You Again 4

Title       : You Again
Part        : 4/4
Genre   : School, Comedy, Romance
Author  : A.K
Cast       :
Lee Kiseop
Choi Jin Ri
Kang Sung Pil

Do Ji Han



























Additional Cast :
Park Jiyeon
Lee Dong Wook















Part 4
-Lee Kiseop POV-
“Chakkaman ahjussi, aku bisa menjelaskannya.”, mohonku. Dia tidak mendengarkanku dan mendorong tubuhku keluar rumahnya. “Aku kecewa mempercayaimu!!”, sesalnya dan melempar tas ku.
Kulempar tas ku ke kasur. “Owuhh..”, teriakku jengkel. _Click_ sms dari Sulli *Mianhe, salahku* Aku menghela nafas dan menenangkan pikiranku.
Aku membereskan barang-barangku di meja guru. Sung Pil ahjussi melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah. Padahal eomma sudah susah payah menempatkan aku disini.
Tak satupun penjelasan dari dosen yang aku dengarkan. “Weo? Apakau tidak pakai pasta gigi baru lagi? Senyumanmu tidak bersinar.”, tanya Ji Han. Aku mengangguk pasrah. “Aku pulang duluan.”, ucapku dan meninggalkannya.
Aku berjalan gontai tanpa tujuan. “Bbuukk..”, Sulli menepak kepalaku. “Ya!!”, teriakku. “Tersenyumlah.”, pintanya manja. Aku memanyunkan bibirku. “Kajja. Ikut aku.”, Sulli membawaku pergi ke suatu tempat.

-Choi Jin Ri POV-
Aku membawa Kiseop ke kantor Appa-ku. Aku menarik Kiseop masuk tanpa mengetuk ruangannya. “Maafkanlah kami.”, ucapku. “Maafkanlah aku.”, kata Kiseop. Appa tidak peduli dan sibuk pada laptop-nya. “Ya!! Appa, aku mohon. Ini salahku.”, pinta Sulli.
“Seharusnya Appa mendengarkanmu. Namja ini telah meracuni otakmu.”, ucap Appa dingin. “Ani, Appa salah paham. Kami tidak melakukan apapun.”, belaku. “Kang Sung Pil Ahjussi, aku mohon maafkan aku.”, ucap Kiseop dan berlutut.
“Apakau sudah gila?”, tanyaku berbisik. “Ani, aku harus bertanggung jawab.”, jawabnya. “Tok..tok..”, seseorang mengetuk pintu. “Berdirilah.”, perintah Appa. “Ani.”, jawabku. Kugenggam tangan Kiseop dan berlutut juga. “Maafkanlah kami dulu.”, ucap Kiseop.
“Masuklah.”, ucap Appa-ku. Orang itu melangkah masuk. “Ada apa ini?”, tanya orang itu. “Biarkan mereka.”, jawab Appaku. Pria itu menoleh kearah kami. “Lee Kiseop?”, tanya orang itu.

-Lee Kiseop POV-
Aku menoleh kearah orang itu. Ternyata orang itu adalah Lee Dong Wook. “Hyung?”, tanyaku. Lee Dong Wook adalah kakakku. Hyung berbicara panjang lebar, dia menyelamatkanku dan memohon maaf pada Sung Pil ahjussi.
“Jadi begini kerjamu setelah lari dari rumah?”, tanyanya sambil melihat-lihat Plern Gallery. “Iya. Bagaimana menurutmu?”, tanyaku. “Tidak buruk. Kau bisa hidup mandiri, membuatku sangat bangga.”, jawabnya. “Jadi, kau serius tidak menginginkan perusahaan?”, tanyanya. “Ya, aku yakin.”, jawabku.

-Choi Jin Ri POV-
“Lee Dong Wook”, kucari nama itu di internet. Ternyata, Lee Dong Wook adalah pemimpin dari Lee Coorporation. “Appa, kenapa tidak bilang kalau Kiseop adalah saudara Lee Dong Wook?”, ucapku kesal. “Appa juga baru tahu.”, jawabnya polos.
Aku tunggu Kiseop didepan gallery-nya. Dia tidak kunjung muncul. “Nuguya?”, seseorang bertanya. “Harusnya aku yang bertanya siapa.”, jawabku ketus. “Mwo? Apa yang kau lakukan didepan gallery-ku?”, tanyanya. “Gallery-mu? Jangan bercanda. Gallery ini punya oppa-ku.”, ucapku.
“Ada apa ini?”, tanya Kiseop yang baru muncul. “Tahukah, yeoja ini bilang gallery ini punya oppanya.”. lapor namja aneh itu. “Jeongmal? Oppa? Dia berkata seperti itu Ji Han?”, tanya Kiseop senyum-senyum. Ji Han, namja aneh itu mengangguk.
“Chakkaman. Weo? Mengapa kau tersenyum?”, tanyanya. “Apa kau menyukai yeoja kasar ini?”, tanyanya lagi. Aku dan Kiseop terdiam. “Selesaikan urusan kalian. Aku masuk duluan.”, katanya dan meninggalkan kami.

-Lee Kiseop POV-
Aku duduk di bangku taman bersama Sulli. “Kenapa kau diam?”, tanyaku. “Mengapa kau tidak bilang kalau kau adalah salah satu pewaris dari Lee Coorporation?”, tanyanya. “Begitu pentingkah?”, tanyaku. “Bukan itu maksudku.”, ucapnya. “Lalu? Mau minta maaf lagi? Karena kau mengira aku pelayanan saat pertama?”, tanyaku.
Sulli menundukkan kepalanya. “Maaf bukanlah hanya sekedar kata. Kau harus sungguh-sungguh mengatakannya.”, ucapku. “Jangan mengobral kata maaf. Katakanlah saat hatimu juga ingin mengatakannya.”, tambahku.
“Aku senang Kiseop sangat dewasa dan menjagaku dengan baik.”, gumamnya. “Weo? Karena kau merasa kekanak-kanakan?”, tanyaku. Dia mengangguk manis. “Manusia bagaikan karya seorang arsitektur. Dibuat dengan sepenuh hati dan mempunyai tujuan yang baik. Jadi, tunjukkan lha hal itu agar penciptamu tidak menyesal. Tidak peduli kau muda atau tua, kau harus bersungguh-sungguh melaksanakan tujuanmu.”, kataku panjang lebar.
“Hehe..Aku tidak mengerti.”, jawabnya polos. “Omo, ayo kau harus pulangkan?”, tanyaku jengkel. “Ah ne.”, angguknya.

-Choi Jin Ri POV-
Aku duduk bersemangat di bangkuku. “Weo? Biasanya kau tidak menyukai pelajaran Kiseop seosangnim.”, tanya Jiyeon. “Tidak bolehkah aku berubah jadi menyukainya?”, tanyaku. “Ish… Tapi, aku menyukainya terlebih dahulu.”, ucapnya. Aku hanya mengangguk.
“Tahukah kau? Kemarin dia dipecat gara-gara skandal. Yang aku dengar, korbannya adalah salah satu siswi sekolah kita.”, ucap Jiyeon. “Ya Park Jiyeon, jagalah mulutmu saat kau tidak melihatnya sendiri.”, ucapku kesal. “Kenapa kau jadi marah? Aku kan hanya memberitahu.”, tanyanya. “Jangan menyebarkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Apakau diciptakan untuk menyebar gossip?”, tanyaku.
Jiyeon hanya memanyunkan bibirnya. “Kau berubah sangat banyak.”, gumamnya. “Apakah salah kalau aku berubah menjadi lebih baik?” tanyaku lagi. “Tapi kau jadi sangat menyebalkan.”, jawabnya. Aku tersenyum dan memeluk Jiyeon. “Ani, aku tetap menyayangi Park Jiyeon.”, ucapku manja. “Ish..”, Jiyeon kesal dan memukul-mukul wajahku.

-Lee Kiseop POV-
Kepala sekolah menceramahiku kurang lebih 1 jam. “Aigo, panasnya telingaku”, keluhku.
_Click_ sms dari Sulli masuk. *Kenapa belum masuk kelas?*
Kulangkahkan kakiku dengan pasti menuju kelasnya. “Annyeong..”, aku menyapa siswa-siswaku. “Apa kalian tidak senang aku kembali?”, tanyanya. Para siswa hanya diam membeku. “Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku lagi. Lee Kiseop imnida. Aku adalah wali kelas tetap kalian.”, ucapku. “Jeongmal? Wali kelas tetap?”, tanya seorang siswa. “Ne.”, anggukku. “Ye…”, Jiyeon histeris. “Selamat datang di keluarga 2.02.”, sambut yang lain.
Jam istirahat, aku duduk melamun di ruang guru. Sulli muncul dan duduk di depanku. “Makanlah.”, ucapnya dan menyerahkan lunh box. “Kiseop seosang, jangan lupa dilarang bermesraan di lingkungan sekolah.”, Seung Gi hyung memperingatkanku. “Hahaha.. Kau hanya iri saja bukan.”, sindirku.

-Choi Jin Ri POV-
Aku tunggu Kiseop di kamarku. Dia berbicara serius dengan Appaku. Katanya dia ingin meminta maaf secara langsung. Berkali-kali kuintip mereka dari atas tangga.
_Click_ sms dari Kiseop. *Mission Complete. Aku tunggu di taman.*
Aku berlari ke taman. Tak seorang pun ada di taman. “Kiseop…”, aku memanggilnya. “Sini..”, panggilnya dari rumah pohon. “Naiklah.”, ucapnya. Susah payah aku naik.
“Menyusahkanku..”, omelku. “Apa kerennya tempat ini?”, tanyaku cemberut. “Weo? Kau berharap aku menyiapkan candle dinner?”, ucapnya terkekeh. Aku memukul dadanya kesal.

-Lee Kiseop POV-
Kutahan tangannya dan menatapnya. “Sulli-ah, maukah kau menjadi yeoja-chinguku dengan segala kekurangan seperti ini?”, tanyaku. “Hmmm…… kau bercandakan?”, tanyanya curiga. “Baiklah jika kau berfikir seperti itu.”, jawabku kesal. “Ne..aku bersedia.”, jawabnya tiba-tiba mengangguk manis. “Sudah kadaluarsa.”, jawabku. “Ish..”, ucapnya cemberut. “Gomawo.”, ucapku dan mengecup keningnya lembut. “Lihatlah keluar jendela.”, ajakku.
Sulli menatap keluar jendela. Serangkaian tanaman membentuk tulisan ‘saranghae’. “Jeongmal gomawo.”, ucap Sulli terharu. Aku merangkul bahunya.  “Kita tak bisa melihatnya kalau dari bawah pohon.”, ucapku. “Do Ji Han.. Gomawo!!”, teriakku.
Aku melihat Ji Han yang sedang beristirahat di sudut taman. “Dia membantuku seharian membuat tulisan itu.”, ucapku. “Gomawo Ji Han-ah.”, teriak Sulli. “Ya!! Bisakah kau lebih sopan? Dia lebih tua darimu”, tanyaku. “Dia itu menyebalkan.”, keluhnya. “Kau ini.”, ucapku. “Ajari aku menjadi sopan.”, ucapnya manja.
Terkadang, kita selalu mengeluh atas apa yang terjadi. Tapi tahukah, pasti ada sebuah kejutan dibaliknya. Entah itu baik atau pun tidak, itu tegantung respon kita. Yang pasti, kejutan seperti itulah yang selalu membuatku bersemangat menjalani hari. Yang membuat seorang Lee Kiseop tersenyum saat mengetahui isi kejutannya.
Keep Smile Everybody :)














Thanks for read ^^
Leave Comment Please >.<

You Again 3

Title       : You Again
Part        : 3/4
Genre   : School, Comedy, Romance
Author  : A.K
Cast       :
Do Ji Han
Lee Kiseop
Kang Sung Pil

Choi Jin Ri




























Part 3
-Choi Jin Ri POV-
“Mulai hari ini, dia akan menjadi guru privat-mu.”, ucap Appa. “Mwo?”, aku serasa terkena serangan jatung. “hehehe.. Appa pasti bercanda kan?”, tanyaku menenangkan diri. Appa hanya menggelengkan kepalanya. “Jeongmal?”, tanyaku lagi. “Mulai besok kau belajar dengannya.”, ucap Appa. “Mohon bantuannya.”, tambah Appa dan membungkuk kepada Kiseop.
Aku bagaikan balon yang kehilangan helium-nya, tak bisa terbang bebas. Kulempar anak panah kearah sasaran, tetapi meleset. “Ah KISEOPPP… KAU BENAR-BENAR MENJENGKELKAN!!!”, makiku seorang diri dalam kamar.

-Lee Kiseop POV-
Aku sibuk menyelesaikan sketsa-ku di gallery. “Kau tidak pulang?”, tanya Ji Han. “Tidak. Sebentar lagi selesai.”, jawabku. “Baiklah, aku duluan. Jangan lupa kunci tempat ini.”, ucapnya dan  berlalu.
Kusilangkan tanganku dibawah kepalaku. Kuperhatikan sketsa-ku dalam-dalam. “Yup, mendekati sempurna.”, tukasku seorang diri.
~Esok Hari~
Aku berjalan menuju ruang guru. “Seosangnim.”, beberapa siswa menyapaku. Aku tersenyum kepada mereka. “Manis sekali..”, bisik beberapa siswa. Aku duduk di kursiku. “Seosangnim, bisakah kau menolak permintaan Appaku.”, tiba-tiba Sulli muncul dan memohon. Dia membawakanku jeruk pulau Jeju. Aku buka jeruknya dan memakannya. “Tidak bisa. Kembalilah ke kelasmu.”, jawabku. “Gomawo jeruknya.”, tambahku.
Kulihat sudah pukul 13.45, jam 14.00 kelasku akan dimulai, aku berlari menuju kampus. Tiba-tiba Sulli muncul dan menawarkan tumpangan. Aku pun memanfaatkan tawarannya. “Gomawo.”, ucapku dan turun dari mobil. Aku berlari meninggalkannya.

-Choi Jin Ri POV-
“Seosang..”, belum selesai aku berbicara, dia berlari meninggalkanku. “Aishhh… Tidakkah kau tahu, aku tidak ingin belajar privat!!”, teriakku kesal.
Aku berjalan mondar-mandir di kamarku. Aku harus menemukan cara agar Kiseop tidak mengajar privat. “Annyeong.”, Kiseop masuk ke kamarku dan duduk di lantai. “Ya!!”, aku terkejut melihatnya. “Ayo kita mulai.”, dia mengeluarkan buku dari tasnya.
Aku duduk dihadapannya dan menatapnya kesal. “Kerjakan tugas ini.”, ucapnya seenaknya. Aku hanya diam. “Apa kau ingin aku menggunakan cara kasar?”, tanyanya mulai kesal. Aku mulai mengerjakannya. Dia sendiri sibuk menggambar sesuatu. Suasana menjadi hening mencekam.
Kiseop memeriksa hasil pekerjaanku. “Apakau benar-benar bodoh?”, tanyanya. “Kau kan tidak mengajariku.”, belaku. “Kau malah sibuk dengan gambarmu.”, tambahku. Dia membuka kacamatanya dan melihatku. “Arraso. Mendekatlah, aku akan mengajarimu.”, Kiseop mengeluarkan papan kecil dan mulai menjelaskan. Aku akui, metode yang digunakannya membuatku mengerti.

-Lee Kiseop POV-
“ZZZZZzzzzzz”, kudengar suara saat aku menjelaskan. Kuputar badanku dan kulihat yeoja itu sudah tertidur pulas. Kulihat ternyata sudah pukul 23.00. “Apakah aku memaksamu terlalu keras? Atau aku begitu membosankan?”, tanyaku seorang diri. Kuambil selimut dan menutupi tubuhnya. “Jalja.”, ucapku.
~esok hari~
“Woa..”, aku menguap mengawali pagiku. Kuregangkan badanku. Kulihat ada 8 sms di HP-ku. Kubaca satu per satu. Sulli? Ada apa dia sms?, pikirku. _Click_ *Aku salah menilaimu* begitulah isinya. Aku tersenyum membacanya.
Kulihat jadwalku, ternyata hari ini benar-benar kosong. Aku pergi ke toko buku. Tak kusangka, aku melihat Sulli dia berusaha mengambil sebuah buku. Aku berdiri dibelakangnya dan mengambilnya. “Ini.”, ucapku. Sulli memutar badannya. “Kiseop? Eh, maksudku seosangnim?”, ucapnya kaget. Aku tersenyum, “Jangan begitu formal. Kalau diluar panggil saja aku Kiseop.”
Sulli mengayun-ayunkan kakinya di udara. Aku hanya diam duduk disampingnya. “Aku ingin minta maaf, karena meremehkan kemampuanmu sejak pertama.”, ucapnya ragu. “Apa kau suka sekali meminta maaf?”, tanyaku. “Aku serius.”, katanya sambil memanyunkan bibirnya. Aku tertawa melihatnya. “Aigo. Arra..arra.”, ucapku mengelus kepalanya.

-Choi Jin Ri POV-
Aku baru sadar ternyata saat tertawa dia jadi lebih tampan >///< Aigo, apa yang kupikirkan. “Emmm…. Kalau begitu kita berteman ya.”, ucapnya dan menunjukkan kelingkingnya. “Ne.”, ucapku dan mengaitkan kelingkingku.
“Kau tidak jadi asisten Appamu lagi?”, tanyanya. “Ani. Appa melarangku.”, sesalku. “Yasudah, aku harus pergi dulu ya. Bersenang-senanglah hari ini”, ucapnya. “Eodigo?”, tanyaku. “Aku akan pergi ke gudang tempat kau mengantarku.”, sindirnya. “Ikut.”, ucapku. Dia menaikkan alisnya. “Sangat membosankan sendirian dirumah.”, ucapku. “Kajja.”, ajaknya.
Aku melihat sekeliling. Terlihat banyak sketsa rumah dan hasil foto tempat-tempat indah. “Omo.. Kiseop, apa kau seorang arsitek?”, tanyaku. “Itu cita-citaku.”, jawabnya. Dia terlihat sibuk dengan gambar yang semalam dikerjakannya.
“Apa yang kau gambar?”, tanyaku penasaran dan mengintip gambarnya dari balik punggungnya. “Rumah impianku. Otte?”, tanyanya memamerkan. Aku hanya mengangguk. “Kau menyukainya?”, tanyanya dan menoleh ke arahku.
Aku terdiam, wajah kami hanya berjarak beberapa cm. Kiseop meletakkan gambarnya dan tangannya perlahan menyentuh wajahku. Dia mengusap ujung bibirku. “Glekk..”, dia benar-benar memesona. “Ada kotoran.”, ucapnya enteng. Aku langsung mengalihkan pandanganku. “Gomawo.”, ucapku.

-Do Ji Han POV-
“Ya Lee Kiseop..”, panggilku. “Hmmm..”, gumamnya. “Kuperhatikan dari tadi kau tersenyum. Apa yang terjadi padamu hari ini?”, tanyaku curiga. “Bukankah setiap hari aku tersenyum?”, tanyanya balik. “Tidak-tidak, kali ini berbeda. Kau tersenyum lebih bersinar.”, ucapku. “Mungkin karena pakai pasta gigi baru.”, jawabnya enteng. Kudaratkan jitakkan ku di kepalanya. “Ya!!! Tunggu, apa kau jatuh cinta?”, tanyaku. “Sepertinya?”, tanyanya balik.
“Nugu?Nugu?”, aku penasaran. “Aku harus pergi mengajar privat. Bye.”, ucapnya meninggalkanku. Apakah gadis yang waktu itu?, pikirku.

-Lee Kiseop POV-
Kamar Sulli kali ini sudah rapih, tidak seperti biasanya. “Apa kau siap?”, tanyaku. “Ne”, jawabnya. Aku mulai menjelaskan rumus demi rumus, dia cepat dalam mengingat.
“Kerjakan ini.”, perintahku. “2 jam ya?”, pintanya. “Ya.”, anggukku. Kusandarkan kepalaku ke kasur. Kusilangkan kedua tanganku.

-Choi Jin Ri POV-
Dua jam sudah berlalu. “In..ni.”, aku memelankan suaraku ketika kusadari Kiseop sudah tertidur lelap. Kuperhatikan caranya tidur. Akan kubangunkan 1 jam lagi, pikirku. Kuambil selimut dan menutupi badannya.
Dia terlihat sangat tampan dalam jarak sedekat ini. Kuperhatikan bentuk wajahnya. Sepertinya, aku benar-benar menyukainya semenjak dia membawaku ke ruang perawatan. Dia juga terlihat keren saat menggendongku. Perlahan-lahan, kudekati wajahnya dan mengecup keningnya.

-Lee Kiseop POV-
Kurasakan sesuatu menyentuh keningku. Kubuka mataku perlahan dan kudapati yeoja itu menciumnya. “eHem..”, aku menyadarkannya. Dia terkejut dan menarik mundur badannya. Kutahan pingganggnya dan membuatnya duduk dipangkuanku.
Kudekatkan wajahku padanya. Dia mulai menutup matanya. Aku meniup wajahya. “Apa yang kau pikirkan?”, tanyaku terkekeh.

-Choi Jin Ri POV-
Aigo, aku malu sekali. Kutenggelamkan wajahku di bahunya. Kuremas kaosnya pertanda malu. “Hahaha.”, Kiseop tertawa puas. “Jangan tertawa.”, pintaku jengkel.
“Apakah rasanya begitu malu?”, tanyanya bodoh. “Lebih baik kau tutup mulutmu.”, jawabku jengkel. Dia mengusap kepalaku. “Belajarlah dulu yang benar.”, ucapnnya.
"YAA?!?", teriak Appa-ku murka dari balik pintu. Appa melihat kami, dia mengira aku dan Kiseop bermesraan.

To Be Continued..

Minggu, 01 April 2012

You Again 2



Title       : You Again
Part        : 2/4
Genre   : School, Comedy, Romance
Author  : A.K
Cast       :
Lee Kiseop
Choi Jin Ri (Sulli)
Do Ji Han




Additional Cast :
Kang Sung Pil 
Lee Seung Gi

Park Jiyeon




























Part 2
-Choi Jin Ri POV-
“Salam kenal Lee Kiseop imnida.”, ucapnya menjulurkan tangan. “Ne.”, kataku menjabat tangannya. Kiseop menatapku. “Ah… Jadi yeoja ini supir Ahjussi?”, tanyanya sambil menepuk-nepuk bahuku. “Ani.. ani..”, belaku. “Cepat jalankan mobilnya.”, perintah Appaku. “Bisa dikatakan begitu. Yeoja ini serbaguna.”, tambah appaku. “Arraso.”, jawab Kiseop. Kiseop dan Appa bercanda sepanjang jalan. Kuperhatikan namja itu dari kaca spion. “Ish..”, desisku.
Kuantarkan namja menjengkelkan itu ke Plern Gallery. Kuperhatikan tempat itu dari luar. “Apakah itu gudang?”, tanyaku. Kiseop tersenyum mendengarnya. “Gamsahamnida Ahjussi.”, ucapnya dan turun dari mobil. Segera kututup kaca mobil sebelum Appa sempat menjawabnya dan langsung melaju.
“Kenapa kau ini Sulli?”, tanya Appa. “Kenapa kita harus mengantarnya?”, tanyaku balik. “Dia yang menolong ayah saat mobil ini mogok kemarin malam. Apa salahnya balas budi?”, tanya Appa. “Ne. Tapi jangan bergaul dengan pelayan seperti dia. Dia tidak sebanding dengan kita.”, ucapku. Appa hanya mengelengkan kepalanya mendengar ucapanku.

-Lee Kiseop POV-
Kuregangkan badanku yang telah 6 jam berada di ruang sketsa. Kuberjalan menuju kulkas disudut ruangan. Tak sengaja, aku berjalan melewati sebuah kaca. Aku berhenti dan memandangi diriku sendiri. “Pelayan? Apakah aku mirip dengan seorang pelayan?”, tanyaku seorang diri. Aku menghela nafas dan mengambil air mineral di dalam kulkas.
_Hello Hello_ Hp-ku berdering. “Yoboseyo?”, tanyaku. “Ah ne eomma.”, sapaku. “Jeongmal?”, tanyaku. “Gamsahamnida eomma.”, ucapku girang. “Nomu nomu saranghae.”, kataku sebelum menutup telepon.
Aku berjalan girang menuju kaca. “Kali ini, aku tidak akan terlihat menjadi pelayan lagi.”, kataku sambil bergaya.

-Choi Jin Ri POV-
Kuletakkan kepalaku di meja. “Sulli-ah, apa yang kau lakukan kemarin?”, tanya Jiyeon yang duduk disampingku. “Kau terlihat lelah.”, tambahnya. “Sangat lelah. Appaku menyiksa seharian.”, ucapku lemas. “Kenapa kau ingin jadi asisten-nya setiap weekend? Aneh.”, ucapnya khawatir. “Aku bosan dirumah sendirian.”, jawabku. “Tapi, jangan sampai itu malah menyusahkanmu.’, ucapnya. Aku mengangguk manis dan mencoba tidur.

-Lee Kiseop POV-
Kulipat lengan kemejaku hingga siku. Kurapihkan dasi biru kotak-kotak ku. Dan tidak ketinggalan kacamata baca kesayanganku. Aku berjalan di koridor sambil melihat jadwal yang aku terima. 2-02, itulah ruangan pertama yang harus aku tuju.
Seug Gi Hyung-nim mengantarkanku masuk. “Pagi semuanya. Perkenalkan ini Kiseop seosang-nim. Dia akan menjadi guru pengganti kalian selama 3 bulan.”, ucapnya. Aku membungkukkan badanku “Annyeong..”, sapaku. Seung Gi Hyung pun meninggalkanku. “Hwaiting..”, bisiknya.

-Choi Jin Ri POV-
“Omo..omo..omo..”, Jiyeon menyenggol tanganku agar bangun. “Weo?”, tanyaku malas. “Lihat..Lihat..”, ucanya bersemangat. Aku mengalihkan pandaganku kedepan. “Apa sih? Ha?? Mr. Pelayan?”, mataku membelalak. Rasa ngantukku langung hilang begitu saja. “Pelayan apa maksudmu? Dia itu akan jadi seosangnim pengganti selama 3 bulan. Kyeopta..”, ucapnya kegirangan.
Ternyata Kiseop akan menjadi guru pengganti bahkan menjabat sebagai wali kelas kami. Aishhh…. “Hari ini kita akan belajar seni rupa. Kita mulai dari dasar ya”, ajaknya. Dia menggambar lingkaran dan persegi. “Kami bukan anak kecil.”, celetukku. Beberapa teman di kelasku tertawa mendengarnya.

-Lee Kiseop POV-
Tak kusangka ahjussi terlalu baik. Dia menyekolahkan supirnya di sekolah elite seperti ini. Tapi, dia tetap saja sombong. “Kami bukan anak kecil.”, ucapnya. Aku tersenyum mendengarnya. Aku tak meresponnya dan melanjutkan menggambar.
Kutarik garis tegak lurus dari titik diameter lingkaran, dan membuatnya menjadi tabung. Ku beri sedikit sentuhan garis dan pencahayaan. Ku membentuk sebuah balok dari kotaknya dan memberikan efek gelombang air. Jadilah sebuah gedung lengkap dengan kolam renangnya.
“Woa..”, beberapa orang mulai berdecak. “Mianhe agasshi, aku tidak tahu kau sudah mempelajari ini di sekolah dasar.”, ucapku. Beberapa orang mulai terkekeh. “Kalau begitu, bukankah bagus kalau kau bisa memberi contoh pada teman-temanmu. Silahkan maju dan bantu aku menyempurnakan gambar ini.”, ajakku.

-Choi Jin Ri POV-
Matilah aku, aku bahkan tidak bisa menggambar lingkaran dengan sempurna. “Silahkan maju.”, ajaknya. Kulangkahkan kakiku dengan ragu menuju papan tulis. Apa yang harus kulakukan jika aku tidak bisa. Tiba-tiba, semuanya mulai menjadi gelap, kepalaku terasa pusing. Aku terjatuh tak sadarkan diri.

-Lee Kiseop POV-
Kuperhatikan, ada yang tidak beres dengan yeoja itu. Langkahnya sudah mulai gontai, pandangannya juga kosong. “Pplukk..”, dia pun terjatuh, untung aku dapat menangkapnya. “Buatlah sketsa bangunan, aku akan membawa dia ke ruang perawatan dulu.”, perintahku dan menggendong yeoja ini.
“Bagaimana keadaannya?”, tanyaku pada perawat. “Dia hanya kelelahan. Sebaiknya anda membawanya pulang untuk beristirahat.”, sarannya. Aku pergi menuju ruang guru dan menghubungi orang tuanya.
“Gamsahamnida. Telah menolong putriku.”, ucap Sung Pil Ahjussi. “Ah.. ani. Cheonma. Itu sudah menjadi tugasku”, ucapku.

-Choi Jin Ri POV-
Aku lihat Appa sedang membaca di samping kasurku. “Kenapa aku disini?”, tanyaku. “Kau pingsan.”, jawab Appa khawatir. “Untung Kiseop menolongmu.”, ucapnya lega. “Dia?”, tanyaku. “Iya. Siapa lagi? Mengapa kau tidak bilang dia gurumu?”, tanya Appa. “Aku juga baru tahu tadi.”, jawabku singkat.
“Kau baik-baik sajakan?”, tanya Appa lagi. “Ne.”, anggukku. “Besok berterima kasihlah pada Kiseop.”, katanya. “Arra.”, ucapku.
~Esok Hari~
Entah mengapa aku tak bisa menolak perintah Appaku. Kucari Kiseop di ruang guru. Dia muncul dari pintu dengan senyuman khasnya. “Annyeong.”, sapaku dan mengikutinya ke mejanya. “Annyeong.”, balasnya. “Weo? Mengapa mengikutiku?”, tanyanya dan merapihkan mejanya.
Aku menggaruk kepalaku serba salah. “Weo?”, tanyanya penasaran dan mendekatkan wajahnya. “Soal kemarin…”, ucapku ragu. “Ne. Weo?”, tanyanya lagi dan mulai duduk di tempatnya. Dia mengepalkan kedua tangannya dan menaruh dagunya di atasnya. “Mianhe.. juga Gomawo.”, ucapku pelan. Dia terkekeh mendengarnya.
“Arra..Arra.. Aku juga minta maaf telah mengira kau seorang supir.”, ucapku. “Satu lagi. Ini.”, aku mengembalikan cek 1.000.000 won-nya. “Kurang?”, tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku. “Aku tidak membutuhkannya.”, jawabku. Dia tersenyum manis dan menyuruhku kembali ke kelas.

-Lee Kiseop POV-
“Kiseop..”, panggil Ji Han. “Hey.”, sapaku. Dia berlari kearahku dan merangkulku. “Bagaimana rasanya menjadi guru?”, tanyanya penasaran. “Biasa saja.”, jawabku cuek. “Ish.. bagaimana bisa?”, tanyanya dan memukul bahuku. “Apakah muridmu cantik-cantik?”, tanyanya lagi. Aku mengedipkan mataku padanya.
“Mwo? Mwo? Mwo? Kenalkan satu padaku.”, mohon Ji Han. “Aish.. aniyo. Mereka tak boleh mengenal Playboy sepertimu. Aku akan melindungi mereka semua.”, ucapku. “Dasar pelit.”, katanya kesal. “Kajja..kajja.. Kita tak boleh terlambat masuk kuliah.”, ajakku menarik tangannya.
_Hello Hello_ HP-ku berdering untuk yang kesekian kalinya. Sung Pil Ahjussi, itulah nama yang terpampang di HP-ku. Aku pun izin keluar untuk mengangkatnya, sepertinya penting.

-Choi Jin Ri POV-
Headphone terpasang di telingaku dan tumpukkan komik tersusun di sampingku. Aku berbaring sambil membaca komikku. Sore yang indah, pikirku. Lalu, Appa muncul dan menarik headphone-ku. “Weo?”, tanyaku kaget. “Ini.”, Appa menyerahkan selembar kertas laporan nilai selama satu semester. Kulihat beberapa mata pelajaran mengalami penurunan. Aku menundukkan kepalaku. “Mianhe..”, ucapku ragu.
Appa menyuruhku turun dan mengikutinya ke ruang tamu. Kulihat Kiseop sedang duduk santai di sofa. “Kiseop? Apa yang kau lakukan disini?”, tanyaku ketus. “Sopanlah sedikit.”, perintah Appa sembari mencubit bibirku. Appa duduk disampingnya, aku pun mengikuti. “Mulai hari ini, dia akan menjadi guru privat-mu.”, ucap Appa.

To Be Continued...

You Again



Title       : You Again
Part        : 1/4
Genre   : School, Comedy, Romance
Author  : A.K
Cast       :
Lee Kiseop
Choi Jin Ri (Sulli)
Do Ji Han














Part 1
-Choi Jin Ri POV-
Aku berlari ke lantai 4 karena lift penuh. Aku menaiki tangga demi tangga. “Ya ampun Appa, kau benar-benar ingin menyiksaku.”, omelku. Lantai 3 mulai terlihat, “Satu lantai lagi.”, ucapku bersemangat.
“Agasshi..”, seorang namja memanggilku. “Ish..”, aku tetap berlari dan tidak mempedulikannya. “Ya.. agasshi..”, dia berteriak dan menarik tanganku. “Ya!! Mengapa kau ini? Apakau ingin berkenalan denganku?”, tanyaku kesal. Dia menatapku bingung. “Kenapa? Kau membuang waktuku tahu.”, jawabku jengkel.
Dia tersenyum manis. “Baiklah. Aku adalah…”, belum sempat ku selesaikan kalimatku, dia menarik tanganku. “Kau..”, ucapku terbata. “Ini.”, dia memberikan dompetku. “Tadi terjatuh saat kau lari.”, ucapnya
Aku membuka mulutku untuk berbicara, tetapi dengan segera dia menutupnya dengan tangannya. “Lain kali saja bilang terima kasihnya. Aku juga tidak mau membuang-buang waktu.”, ucapnya manis dan meninggalkanku. Aish, betapa malunya aku.

-Lee Kiseop POV-
Kuperhatikan tanganku setelah memegang tangan yeoja itu. Lucu juga pikirku. “Aigo, mengapa kau tersenyum?”, seorang namja muncul dibelakangku. “Bukan urusanmu. Ayo kita harus segera bersiap.”, ucapku.

-Choi Jin Ri POV-
Kurapihkan penampilanku. Kuketuk pintu kantor Appaku dan langsung masuk. “Annyeong..”, aku menyapa beberapa staffnya.
Aku sudah berada di luar ruangan Appaku dan langsung masuk tanpa mengetuk. Kusilangkan kedua tanganku dan menatap keluar jendela kantornya. “Ya Appa, apakau ingin menyiksaku? Tidakkah kau tahu seberapa capenya lari ke lantai 4?”, omelku. “Sssttt…”, appa menyuruhku untuk diam. “Appa..”, ucapku makin kesal. “Kalau begitu, maafkanlah Appa-mu.”, seseorang memberikan saran.
“Iya, ya.”, ucapku jengkel. Tapi, sepertinya itu bukan suara Appa-ku. Kuputar badanku menghadapnya dan kudapati Appa sedang duduk bersama bos-nya. “Glekk…”, suaraku tersendat di tenggorokanku. Aku hanya menggaruk kepalaku dan melangkah mundur keluar ruangannya. Beberapa staff-nya menertawakanku, “Apa yang kalian tertawakan?”, ucapku jengkel.

-Do Ji Han POV-
Aku berjalan bersama Kiseop menuju ruang pertemuan. Aku dan Kiseop adalah kru dari Plern Organizer, sebuah tim Event Organizer yang cukup terkenal karena umur anggotanya yang terbilang muda. Walaupun begitu, kami bekerja secara professional.
Kurapihkan beberapa meja tamu. Sedangkan Kiseop sibuk dengan kameranya. Kutepuk bahunya, “Kau harus bekerja juga.”. “Arraso.”, dia meletakkan kameranya dan mulai membantu.
Kulihat ada meja yang belum tertutup kain. “Kiseop, bisakah kau mengambil kain merah maroon di truk? Kita kekurangan satu.”, tanyaku. Dia mengangguk dan pergi menuju parkiran.

-Lee Kiseop POV-
Kubuka semua kotak dalam truk. “Dimana dia menaruhnya?”, tanyaku bingung. Bagasi mobil truk ini terlalu besar. Akupun naik ke dalam bagasi truk ini. “Ttinn..”, sebuah mobil mengklakson pintu bagasi yang terbuka. “Mianhe.”, ucapku dan menutupnya dari dalam. Kunyalakan senterku dan mulai mencari lagi.

-Choi Jin Ri POV-
Kutinggalkan berkas ayahku di mejanya. Akupun mulai menjelajahi gedung ini. Aku pergi menuju lantai 1, disini pusat kegiatan olahraga. “Ya ampun, orang-orang di gym ini keren-keren.”, aku berdecak kagum.
“Hey kau bocah.”, seseorang menepuk bahuku. “Siapa maksudmu?”, tanyaku kesal. “Tentu saja kau.”, ucap penjaga keamanan itu. “Apa kau tersesat bocah?”, tanyanya. “Ya ahjussi, aku bukan anak kecil.”, tukasku. “Aku juga akan pergi meninggalkan tempat ini. Membosankan. Ish..”, aku pergi meninggalkannya.
“Ada apa dengan semua orang hari ini?”, tayaku seorang diri. “Semuanya sama-sama membuatku kesal.”, ucapku jengkel.
_Click_ Sms dari appa-ku. Beliau menyuruhku pergi mengambil mobilnya, padahal aku saja belum memiliki SIM. Aku benar-benar diperlakukan seenaknya.
Kutunggu Appa-ku didalam mobil. “Lamanya.”, keluhku sambil memakai kacamata dan bergaya didepan kaca spion. “DDukk..”, seseorang menggores bagian depan mobilku. “Ya!!”, aku berteriak dan turun dari mobil.

-Lee Kiseop POV-
“Chajatda.”, ucapku. Kugigiti tali senterku dan mengikatkan kain itu dipinggangku. Kubuka pintu bagasi, tapi tak bisa. Aku mudur dan berlari mendorongnya. “DDukk..”, tak kusangka, pintunya mengenai mobil di belakangku. Aku pun melompat turun.
“Ya!!”, seorang yeoja berteriak dari dalam mobil. Dia keluar dari mobilnya dan berjalan mendekatiku. “Apa kau tidak punya mata? Aish..”, ucapnya sambil memperhatikan mobilnya. “Ah, mianhe. Tapi itu salahmu. Seharusnya kau memperhatikan jarak parkirnya.”, belaku.
Yeoja itu membuka kacamatanya dan melihat kearahku. “Kau??”, ucapnya kaget. Aku hanya mengangkat alisku. Dia memperhatikan penampilanku dari atas hingga bawah. “Ckckck.. ternyata hanya seorang pelayan.”, ejeknya. “Tapi, aku tak peduli. Kau harus tetap menggantinya.”, ucapku.
Aku tutup bagasi truk dan berjalan meninggalkannya. “Ya!! Kembali kau.”, teriaknya. Kulihat jam telah menunjukkan pukul 9.50am, aku harus segera menyerahkan kain ini sebelum jam 10.00am. “Mian, aku sedang terburu-buru.”, kuberlari meninggalkannya.

-Do Ji Han POV-
Aku jalan mondar-mandir menunggunya. “Aish, seharusnya aku mengambil kain itu seorang diri.”, sesalku. “Pplukk..”, sebuah kain mendarat di kepalaku. “Cepat pasang, maaf sedikit lama.”, ucap Kiseop. Aku menatapnya kesal dan mulai menata meja.
“Akhirnya…”, ucapku lega. Meja-meja sudah tertata rapih, bouqet bunga juga sudah pada tempatnya. Garden party bertema merah maroon ini siap dimulai. “Kerja bagus.”, ucap Kiseop merangkulku.

-Choi Jin Ri POV-
Aku berlari mengejarnya. Aish, namja itu berlari sangat cepat. Kuputar mataku mencarinya. Kulihat dia sedang duduk santai bersama temannya. Kutarik badannya, “Ya!! Kau harus bertanggung jawab.”, teriakku kesal. “Jangan melarikan diri.”, tambahku.
“Ah.. ne, ne. Ini.”, dia memberiku sebuah cek 1.000.000 won. “Cukup kan? Lagipula mobil itu terlihat sudah cukup tua.”, ucapnya manis. Kuambil cek itu dengan segera. “Bukan urusanmu.”, ucapku kasar dan kembali keparkiran.

-Lee Kiseop POV-
“Siapa yeoja itu?”, tanya Ji Han. “Entahlah. Hanya sebuah kecelakaan kecil.”, jawabku. “Bukankah kau harus pulang sekarang?”, tanyanya. “Oh iya, aku lupa. Aish.. Aku pergi duluan.”, jawabku dan pergi. Aku harus menyelesaikan sketsa rumah yang dipesan kemarin.
Seorang ahjussi memperhatikanku dari jauh. “Bukankah kau pemuda yang kemarin menolongku?”, tanyanya. “Ah ne.. annyeong Sung Pil Ahjussi.”, sapaku. “Kau terlihat terburu-buru. Kau ingin pergi kemana?”, tanyanya. “Ah, aku harus kembali ke Plern Gallery.”, jawabku. “Ah, kebetulan itu dekat dengan restaurant yang aku tuju. Ayo pergi bersama saja.”, ajaknya. “Aniyo. Itu akan merepotkan.”, tolakku. “Ani. Kajja.. Kajja..”, rangkulnya.

-Choi Jin Ri POV-
Kuperhatikan goresan mobil tua ini. Ternyata tidak terlihat. Selamatlah aku. Kudengar langkah sepatu. Pasti itu Appaku, aku mengenali suaranya yang sedang berincang-bincang.
“Sulli-ah, kenapa kau tidak masuk ke mobil?”, tanya Appaku yang baru muncul. “Ne.”, ucapku malas. Aku masuk ke mobil dan duduk di kursi pengemudi. Appa masuk ke dalam mobil bersama temannya. “Kenalkan dia itu Choi Jin Ri. Kau bisa memanggilnya Sulli.”, ucap appaku.
"Salam kenal, Lee Kiseop imnida.", ucapnya menjulurkan tangan. "Ne.", kataku menjabat tangannya. Kiseop menatapku. "Ah... Jadi yeoja ini supir Ahjussi?", tanyanya sambil menepuk-nepuk bahuku.

To Be Continued..
Leave Comment >.<